Anjing menggonggong sebagai bentuk komunikasi mereka. Namun, jika anjing menggonggong secara berlebihan, hal ini bisa menjadi gangguan bagi pemilik dan lingkungan sekitar. Ada berbagai alasan mengapa anjing menggonggong terus-menerus, seperti rasa takut, kebosanan, perlindungan terhadap wilayahnya, atau sekadar ingin mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, penting bagi pemilik untuk melatih anjing agar tidak menggonggong secara berlebihan dengan cara yang tepat.
Berikut adalah beberapa metode yang bisa diterapkan untuk Cara melatih anjing agar tidak menggonggong berlebihan pada anjing.
1. Mengenali Penyebab Anjing Menggonggong Berlebihan
Sebelum mulai melatih anjing untuk mengurangi gonggongannya, penting untuk memahami penyebab utama di balik perilaku tersebut. Berikut beberapa alasan umum mengapa anjing menggonggong secara berlebihan:
a. Rasa Takut atau Cemas
Anjing bisa menggonggong ketika merasa takut atau cemas terhadap sesuatu, seperti suara keras, orang asing, atau benda yang tidak dikenalnya.
b. Protektif dan Teritorial
Beberapa anjing menggonggong untuk menjaga wilayahnya dari orang atau hewan lain yang mendekat. Ini sering terjadi ketika anjing melihat seseorang berjalan di luar rumah atau ketika ada tamu yang datang.
c. Kebosanan dan Kurang Stimulasi Mental
Anjing yang tidak mendapatkan cukup aktivitas fisik atau mental bisa menggonggong untuk mengungkapkan kebosanan. Mereka membutuhkan cara untuk melepaskan energi mereka.
d. Mencari Perhatian
Jika anjing pernah mendapatkan respons positif dari pemilik ketika menggonggong (misalnya, diberi makanan atau dielus), mereka mungkin akan terus menggonggong untuk mendapatkan perhatian.
e. Respons terhadap Suara atau Stimulus Eksternal
Beberapa anjing menggonggong ketika mendengar suara seperti bel pintu, telepon, atau sirene. Mereka bereaksi secara alami terhadap suara yang mengejutkan mereka.
2. Metode Efektif untuk Melatih Anjing Agar Tidak Menggonggong Berlebihan
Setelah mengetahui penyebabnya, langkah selanjutnya adalah menerapkan teknik pelatihan yang tepat.
a. Ajarkan Perintah “Diam”
Melatih anjing untuk memahami perintah “diam” adalah salah satu cara paling efektif untuk mengontrol gonggongannya.
-
Ketika anjing mulai menggonggong, biarkan dia melakukannya selama beberapa detik.
-
Tunjukkan camilan dan perintahkan “diam” dengan suara tegas namun tenang.
-
Setelah anjing berhenti menggonggong, beri hadiah sebagai bentuk penghargaan.
-
Ulangi latihan ini secara rutin agar anjing memahami perintah dengan baik.
b. Berikan Latihan dan Stimulasi yang Cukup
Anjing yang cukup berolahraga dan mendapatkan stimulasi mental lebih cenderung tenang.
-
Luangkan waktu untuk berjalan-jalan, bermain, atau memberikan latihan harian.
-
Gunakan mainan interaktif yang bisa membuat anjing tetap sibuk.
-
Berikan latihan dasar seperti “duduk” dan “tinggal” agar anjing lebih patuh.
c. Jangan Memberi Hadiah atas Gonggongan Berlebihan
Jika anjing menggonggong untuk menarik perhatian, jangan langsung merespons dengan memberi makanan atau perhatian.
-
Tunggu sampai anjing tenang sebelum memberikan perhatian.
-
Jangan mengelus atau menenangkan anjing saat dia menggonggong, karena ini bisa dianggap sebagai hadiah.
-
Pastikan anjing memahami bahwa hanya perilaku tenang yang akan mendapatkan respons positif.
d. Gunakan Teknik Desensitisasi
Jika anjing sering menggonggong karena suara tertentu atau kehadiran orang asing, gunakan teknik desensitisasi untuk membuatnya terbiasa.
-
Putarkan rekaman suara yang biasanya memicu gonggongan, mulai dari volume rendah.
-
Berikan hadiah setiap kali anjing tetap tenang meskipun suara tersebut berbunyi.
-
Tingkatkan volume suara secara bertahap sambil tetap memberikan hadiah jika anjing tidak menggonggong.
e. Buat Lingkungan yang Nyaman
Jika anjing menggonggong karena kecemasan atau stres, ciptakan lingkungan yang lebih nyaman.
-
Gunakan kandang atau tempat tidur yang nyaman agar anjing merasa aman.
-
Berikan mainan favoritnya agar merasa lebih rileks.
-
Hindari meninggalkan anjing sendirian terlalu lama jika ia mengalami kecemasan perpisahan.
f. Latih Anjing dengan Konsistensi dan Kesabaran
Pelatihan membutuhkan waktu dan konsistensi. Jangan berharap anjing langsung berubah dalam sehari.
-
Latih anjing setiap hari dalam sesi singkat namun rutin.
-
Jangan menggunakan hukuman fisik, karena ini hanya akan meningkatkan stres dan memperburuk perilaku.
-
Jika anjing tetap menggonggong, coba cari metode lain yang lebih sesuai dengan karakter dan kebiasaannya.
3. Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?
Jika berbagai metode pelatihan sudah dilakukan tetapi anjing tetap menggonggong berlebihan, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari profesional.
-
Dokter Hewan: Jika gonggongan berlebihan disebabkan oleh masalah kesehatan seperti gangguan pendengaran atau kecemasan yang berlebihan, dokter hewan dapat memberikan solusi medis.
-
Pelatih Anjing Profesional: Jika pemilik kesulitan melatih anjing sendiri, pelatih profesional dapat membantu dengan metode yang lebih terstruktur.
-
Ahli Perilaku Hewan: Dalam kasus ekstrem, ahli perilaku anjing dapat membantu mengatasi masalah perilaku yang lebih kompleks.
Kesimpulan
Menggonggong adalah bagian dari perilaku alami anjing, tetapi jika dilakukan secara berlebihan, hal ini bisa menjadi gangguan. Dengan mengenali penyebab utama gonggongan berlebihan dan menerapkan teknik pelatihan yang tepat, pemilik bisa membantu anjingnya menjadi lebih tenang dan patuh.
Latihan yang konsisten, pemberian stimulasi yang cukup, serta penggunaan perintah seperti “diam” adalah langkah-langkah efektif dalam mengurangi gonggongan. Jika masalah terus berlanjut, konsultasi dengan dokter hewan atau pelatih profesional bisa menjadi solusi yang lebih baik. Dengan pendekatan yang tepat, anjing bisa belajar untuk menggonggong hanya pada waktu yang diperlukan, tanpa mengganggu lingkungan sekitar.